Efek Buruk Lari Terhadap Kaum Wanita

Efek Buruk Lari Terhadap Kaum Wanita – Lari merupakan salah satu aktivitas fisik yang sering di alami oleh tubuh. Menurut studi, tubuh manusia untuk berlari harus menjangkau jarak jauh dengan memakan waktu yang sangat lama.

Efek Buruk Lari Terhadap Kaum Wanita

Oleh sebab itu, lari sering di sarankan sebagai olahraga yang baik untuk membakar semua ekstra kalori. Namun demikian, tetap saja lari juga ada efek samping yang dapat terjadi pada tubuh apabila seseorang mulai rutin berlari.

Nah, sebagai seorang wanita. Berikut dibawah ini merupakan ada beberapa hal umum yang perlu anda ketahui terhadap lari dan efek sampingnya yang akan terjadi pada tubuh.

Efek Buruk Lari Terhadap Kaum Wanita

  • Estrogen

Estrogen merupakan suatu hal terbesar yang dapat membedakan wanita dengan pelari pria di wilayah kita ketika sedang lomba. Yang mana, estrogen adalah hormon kuat yang dapat mempengaruhi banyak aspek fisiologi perempuan dari metabolisme, penyimpanan glikogen, kesehatan tulang dan fungsi paru-paru.

Selain itu, kondisi ini juga yaitu sebuat hormon yang berguna bagi pelari ketika tubuh wanita sedang memproduksi estrogen dengan level yang sangat tinggi.

  • Masalah menstruasi

Pelari perempuan yang sangat berlatih keras dan mempunyai persentase lemak tubuh rendah, seringkali mengalami siklus haid yang tidak beraturan bahan tidak ada sama sekali. Hingga akhirnya dapat mengurangi kadar estrogen dalam tubuh.

Tak hanya itu saja, gangguan pada siklus menstruasi juga dapat menurunkan kepadatan mineral dalam tulang kita dan penyerapan kalsium kedalam tubuh.

  • Pendarahan

Apabila anda mengeluarkan darah yang sangat banyak ketika haid, maka kadar hemoglobin darah kita ini akan menurun dan dapat berdampak negatif terhadap kemampuan tubuh dalam mengangkut oksigen dalam darah.

Untuk itu, apabila hal ini sudah terjadi maka anda sangat diwajibkan untuk melengkapi diet normal dengan mengosumsi asupan zat besi.

Selanjutnya…
  • Suhu tubuh

Suhu tubuh kita ini teryata dapat berubah dengan seiring berjalan waktu, hingga sepanjang siklus menstruasi dan dapat memuncak selama fase luteal sebagai reaksi untuk menanggapi lonjakan hormone progesteron. Dimana, progesteron ini dapat bekerja pada bagian hipotalamus dari otak yang akan meningkatkan suhu dasar.

Tapi, suhu tubuh yang mengalami lebih tinggi selama fase luteral ini dapat membuat kita lebih sulit untuk berlari di saat cuaca lagi panas.

  • Kehamilan dan berlari

Bagi sebagian pelari perempuan, berlari dalam dua trismeter pertama masa kehamilan merupakan suatu yang tidak berbahaya untuk kesehatan. Lantaran, ia sangat membantu sekali terhadap mereka supaya lebih sehat.

Namun, ada sebagian kondisi medis yang dapat melarang kita untuk berlari dan lomba ketika sedang hamil seperti penyakit jantung, pendarahan yang terus menerus, paru-paru serta pecahnya membran.

Itulah beberapa efek buruk lari terhadap wanita. Sekian artikelnya semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan